General Description[]
Brutz Hamburg adalah Trooper di San Andreas State Police yang memiliki pangkat Chief dengan lencana #204 , Mengetuai sebuah Bureau yaitu Counter-Terrorism Special Operations Bureau yg berisi Street Racing Unit Metropolitan Division Special Enforcment Bureau Air Support Division dan AERO Bureau . Selain itu Brutz juga menjadi CEO di perusahaan Driving School bernama Right Of Way.
Brutz adalah orang keempat di San Andreas Law Enforcment yang memegang hampir semua sertifikat yang dapat diperoleh.
Dia sebelumnya adalah Deputy Chief Of Police di Los Santos Police Department dengan lencana #7004.
Physical Description[]
Brutz adalah Pria kaukasia berusia 23 tahun dengan rambut coklat dan janggut yang dipangkas hingga tipis , Brutz juga memiliki bekas luka bakar di wajah bagian kanannya. Brutz sering memakai 2 potongan rambut yaitu model Under Cut dan Buzz Cut dan menggunakan rambut berwarna pirang gelap atau putih selain warna coklat. Dikarenakan sering sekali ikut dalam beberapa pertempuran , Brutz memiliki penyakit PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder jika mendengar banyak ledakan.
Background Story[]
Tentang Militer[]
Brutz adalah mantan pasukan khusus United State Army Special Forces yaitu Green Berets dari 8th Special Forces Group yang terkenal dengan topi dinas khasnya yang pernah ikut dalam beberapa konflik peperangan dunia.
Cerita Luka Wajah[]
Pada saat itu Brutz diberi misi oleh Commandernya yaitu Colonel Adam Stone untuk memberantas beberapa teroris dibagian Afganistan bersama beberapa regu yang akan membantu dan sudah ditunjuk oleh Colonel yaitu regu 1 dari 10th Special Forces Group , regu 2 dari 9th Special Forces Group , regu 3 dari 13rd Special Forces Group , dan yang terakhir dari 108th Infantry Battalion sendiri yang akan menetralisir tempat lebih lanjut setelah 3 Tim inti melumpuhkan semua musuh yang ada di markas pusat Taliban ketujuh. Namun pada saat tim inti menyerang , ternyata para Taliban sudah sadar akan adanya penyerangan dan sudah menyiapkan persiapan matang seperti menaruh jebakan hingga menaruh tim cadangan yang berada ditempat tersembunyi yg membuat tim yang dipimpin Brutz dan Sergeant lainnya benar benar terpojok di salah satu Rumah kecil hingga Brutz terkena peluru dan jatuh lemas sambil melihat teman teman seperjuangannya tumbang satu satu hingga ada yang terbunuh sadis. Setelah para Taliban menumbangkan tim inti salah satu anggota Taliban menemukan Brutz dan akan dieksekusi tetapi pemimpin Taliban justru melarang karena mereka bisa mendapatkan informasi dengan mengintrogasinya ,Brutz diintrogasi habis habis an oleh para Taliban untuk mendapatkan informasi tentang letak markas Militer Amerika , informasi rahasia yg diketahui , dan misi yang dijalankannya tetapi Brutz tidak menjawab sama sekali pertanyaan yang dilontarkan sehingga membuat Pemimpin Taliban marah dan menyuruh anak buahnya untuk menyiksa lebih keras dengan membakar wajahnya dengan Cutter Torch hingga kehilangan 1 matanya. Namun sebelum Brutz tidak sadarkan diri karena banyak darah yang keluar , ada ledakan didepan matanya yang membuat tembok bolong dan banyak pasukan menggunakan baju yg sama dan senjata berjenis M4A1 masuk kedalam dan membunuh para Taliban yg ada disekitar dan Brutz pun diberi pertolongan pertama oleh Combat Medic sambil menunggu Helikopter MH-60 Black Hawk tiba dan beberapa menit kemudian Helikopter pun tiba untuk mengantar Brutz menuju Rumah Sakit di Markas Besar Militer bagian Bagram untuk diberi pertolongan lebih lanjut oleh Dokter.
Kematian Adiknya[]
Setelah bertahun tahun dari kejadian tersebut Brutz mendapatkan kabar bahwa adiknya yaitu Pablo Hamburg meninggal dunia dan Brutz menuju makam Pablo yang berada di Los Santos setelah 1 hari dari pemakaman karena pada tanggal pemakaman , Brutz sedang ada latihan Militer bersama dengan grup lain dan bertepatan hari terakhir pelatihan , setelah latihan selesai pun Brutz menuju ke Los Santos dan diceritakan oleh salah satu Deputy bahwa Deputy Pablo Hamburg Killed In Action. Setelah dari pemakaman Pablo pada saat menginap di Apartemen , Brutz pun berpikir untuk melanjutkan karir adiknya sebagai Law Enforcement Agency , setelah berhari hari berpikir akhirnya Brutz membuat keputusan bulat bahwa ia akan keluar dari US Army Special Forces dan bergabung ke Law Enforcement Agency di negara bagian California , Los Angeles dan setelah Brutz mencapai pangkat Captain dan lencana #427 Brutz pun dipindahkan ke Los Santos Police Department sesuai Transfer Request kepada Chief Of Police di LAPD dan mengisi pangkat Deputy Chief Of Police dengan lencana #7004.
Wajah Baru[]
18 Oktober 2022 - Brutz memutuskan untuk melakukan Operasi Wajahnya. Namun hanya 90% Operasi dapat dilakukan sehingga luka bakar masih membekas dan terlihat pada wajah namun hanya sedikit.
Side Story[]
Cerita Cinta[]
Odette Chan |
---|
Suatu hari ia dikenalkan perempuan yang ingin bertemu dengan Brutz oleh salah satu Adeknya yang bekerja diluar negara bagian San Andreas, Namanya Odette. Karena Odette penasaran dengan cara kerja kepolisian di San Andreas dan juga Brutz. Hari demi hari mereka lewati sangat cepat hingga mereka sudah berpacaran dan dimana pada saat Odette sudah jarang sekali bertemu Brutz hingga 3 bulan tiba tiba mengirim pesan ke Brutz untuk bertemu di Burger Shot dan Brutz pun senang karena sudah lama tidak bertemu. Namun kesenangan itu tidak bertahan lama karena Odette meminta putus karena hanya sebatas beda sisi dan Brutz pun menerimanya. |
Shannon Jacqueline |
---|
Setelah diputuskan oleh Pasangan terakhirnya ia mulai merasa lelah dengan permainan cinta yang ia alami sehingga ia hampir tidak tertarik lagi untuk mencari seorang pasangan untuknya. Namun, anak angkatnya yaitu Clara tetap mengsupport ayahnya untuk mencari seorang pasangan sekaligus menjadi ibu untuknya yang membuat Brutz merasa masih ada harapan untuk mencari pasangan.
Suatu hari pada tanggal 5 Juni, 2022 pada saat mengantarkan tersangka yang tumbang karena barricade, Brutz berpapasan dengan salah satu Dokter bernama Shannon dan Brutz berpikir untuk mendekati Shannon. Besoknya dan hari hari berikutnya pada saat ada waktu kosong atau sedang ke PBM, Brutz mulai mencoba berinteraksi dengan Shannon agar lebih dekat dan juga setiap hari Brutz selalu mencoba untuk membawakan makan dan minum untuk Shannon. Setelah berhari hari melakukan hal yang sama Brutz mencoba mengajak Shannon untuk menuju hubungan yang lebih serius namun dikarenakan waktu yang tidak tepat karena ada bawahannya yang menggangu membuat Brutz merasa galau dengan kejadian tersebut, berjam jam ia merenung dipinggir pantai tempat dimana semua keluhan seseorang untuk menenangkan diri lalu anaknya yaitu Suneo mengirim pesan karena ia sudah Off Duty dan ingin jalan jalan bersama Ayahnya dan Brutz pun menjemputnya dan kembali ke tempat yang sama. Brutz dan Suneo saling bercerita tentang masalah yang sedang dialami dan pada saat mendengar masalah dari Brutz, Suneo hanya bisa menyemangati Ayahnya untuk masih berjuang.
|
Cerita Khusus[]
Feel Free Freedom |
---|
Pada saat berpatroli ada suatu Twatter mencurigakan yg dimana isi Twatter membagikan sebuah link video yang berisi mengenalkan suatu kelompok kriminal mereka yg bernama Feel Free Freedom atau disingkat FFF. Lalu divisi dari Special Operation dari Robbery-Homicide Division, Gang And Narcotics Division, dan Metropolitan Division berkumpul di CTSOB Room, Mission Row Headquarters untuk membahas tentang kelompok ini yang kemungkinan akan ada suatu situasi dan Operation penyelamatan . Tidak lama kemudian benar apa yg dibilang terjadi situasi 10-80(Officer In Danger) dimana Detektif Connor Smith diculik tetapi mereka menampilkan secara Live Streaming sehingga publik dapat melihat kejadian ini dan salah satu anggota dari FFF tersebut memberikan suatu pertanyaan ke Detektif yang sedang melihat siaran langsung dan mereka hanya memberi 2 kali kesempatan untuk menjawab namun pada saat ini gagal sehingga membuat Connor Smith ditusuk oleh anggota FFF dan pada 1 detik setelah ditusuk anggota S.W.A.T. yang sedang mencari Connor menemukannya dengan para anggota FFF yang sedang membereskan tempat dan terjadilah pengejaran tetapi mereka dapat lolos dengan memanjat pagar dan menghilang dengan cepat.
|
Bigfoot Virus |
---|
Coming Soon |
Explosive Circle |
---|
8 Januari 2021 - Pada saat mengamankan suspect Fleeca Robbery di Vespucci Belouvard yang down tiba tiba ada suatu Van mencurigakan yang memantau mereka disebelah kantor La Mesa , lalu Brutz dan Kai menitipkan suspect yang down diatas kepada Deputy Jack Lawson yang merespon bersamanya dan sedang solo patrol karena mereka akan mengambil suspect yang jatuh dari jembatan tepat dibelakangnya namun pada saat kembali mereka melihat Deputy Jack Lawson ditodong dan disuruh masuk kedalam Van tersebut , tidak berpikir Brutz dan Kai menodong balik ke para penculik dan melapor ke Radio TAC yang mereka sedang pakai namun di hotline 311 juga terjadi hal yang sama kepada beberapa Officer/Deputy yang sedang berpatroli sendiri. Brutz menyuruh salah satu Unit Adam mengikuti Van mereka dan Unit yang tersisa akan memproses cepat suspect Robbery dan menyusul Unit yang mengikuti Van tersebut. Setelah diikuti ternyata mereka mengarah ke area Groove Street dan disitu sudah terbaris 4 Officer yaitu Detektif Cody Valonfort, Detektif Ichiro Hikaru, Officer Viggo Butler dan 1 Deputy yaitu Captain Jack Lawson dengan terpasang sebuah bom ditengah tengah barisan dan juga berdiri 2 orang pemilik hood tersebut yaitu Dominus Gregorius, Cesar Polo yg membuat Code-0 pun diaktifkan dimana semua petugas kepolisian yang berada di County Of Los Santos meninggalkan semua situasi mereka dan merespon situasi Code 0. Lalu Sergeant Alvaro Junior selaku Incident Commander bernegoisasi agar sandera dapat dilepas dan mereka meminta untuk tidak di Raid dan semua kepolisian yang ada disini mundur sejauh jauhnya , dan Sergeant Alvaro Junior pun setuju dengan hal tersebut asalkan sandera tidak disakiti.
Pada saat Trooper Brutz dan Officer Kai Hummels merespon 71A di Grove Street mereka bertanya kepada orang orang disekitar namun pada saat mendekati ke area Ballas mereka melihat Warrant yaitu Cesar Polo dan mencoba mengajak berbicara secara baik baik untuk menangkapnya namun pada saat memborgol Cesar Polo memberontak dan teman temannya langsung sigap menolongnya sehingga membuat Brutz dan Kai kesusahan untuk menangkap dan tiba tiba mereka ditodong dengan PD M4 oleh Cesar Polo namun sayangnya mereka telat untuk mengeluarkan Pistol dan pasrah ditodong namun ada salah satu Unit yg tidak sengaja lewat untuk mengecek dan orang yg menodong langsung menyandera dua petugas dan meminta untuk dapat kabur dengan selamat dan Officer yg bernegoisasi setuju namun tidak kalah akal juga Officer tersebut mengambil foto sebagai bukti dan dapat di Raid. Setelah Brutz dan Kai dilepas mereka menyerahkan bukti ke DOJ untuk mengajukan surat Raid namun gagal sehingga case tersebut dibiarkan.
Story continue on Judgement Day |
Judgement Day |
---|
Hari demi hari Brutz, Detektif, dan Distric Attorney membahas case ini yang dimana mereka berencana untuk menghadirkan semua korban bom tersebut terutama Captain Jack Lawson yang memiliki cidera paling parah sehingga Judge dapat menghukum Cesar Polo seberat beratnya. Hari Persidangan pun tiba dimana beberapa Korban akan dijaga oleh S.W.A.T. namun Detektif Cody Valonfort memilih berangkat sendiri sehingga alhasil ia terculik oleh kelompok yang telah direncanakan oleh Cesar Polo namun tidak dengan Captain Jack Lawson karena pacarnya yang tidak mengizinkannya untuk melakukan tindakan sendiri. Persidangan pun dimulai dengan aman tentram dan pada hasil sidang tersebut menyatakan tersangka Cesar Polo salah dan dihukum sesuai beberapa penalcode dan bukti yang kuat antaranya kelumpuhan Captain Jack Lawson dan keterangan dari Dokter Spesialis Bedah Dr.Aslan Dexter, namun pada saat terdakwa akan diantarkan ke Boiling Broke tiba tiba ada seseorang yang menerobos masuk dan menusuk Brutz didepan Hakim dan segera ditangani oleh Vee Daniella yang kebetulan dekat di area. 3 detik kemudian terdengar banyak sekali suara tembakan dan panic button yang ternyata City Hall diserang yang membuat LEO kewalahan dan terwipe karena kurangnya personel penjagaan dan hanya tersisa pertahanan akhir yang berada di dalam City Hall namun pertahanan tersebut tembus yang membuat Brutz tertangkap dan disiksa oleh beberapa kelompok namun salah satu Deputy dan beberapa orang berpengaruh yang tersisa memilih jalur negoisasi yaitu ia akan memberikan Cesar Polo tetapi para kelompok segera pergi sebelum dilumpuhkan lagi oleh LEO dan Warga yang menjadi korban dan mereka menyetujui hal tersebut. Setelah itu semua LEO yang mengalami luka parah dilarikan duluan ke Pillbox Medical Center untuk ditangani oleh Dokter. |
Private Task Forces[]
Alpha Team[]
Details | ||
---|---|---|
Status | Classified | |
Establish | 13 Oktober 2022 | |
Founded By | Brutz Hamburg | |
Engagement | Zombie Outbreak |
Alpha Member List[]
Name | Role | Time |
---|---|---|
Listed Member | ||
Brutz Hamburg | Platoon Leader | 13/10/2022 |
Bella Klarissa | Riffleman | 13/10/2022 |
Jack Pentachrome | Riffleman | 13/10/2022 |
Syam Hachiman | Automatic Riffleman | 13/10/2022 |
Alex Komarudin | Scouterman | 15/10/2022 |
Enlisted Member | ||
Viggo Buttle | Intelligence | 13/10/2022 |
Kyle Madden | Riffleman | 14/10/2022 |
Alvaro Junior | Riffleman | 14/10/2022 |
Roy Evander | Expeditionary | 14/10/2022 |
Andrew Gargner | Riffleman | 14/10/2022 |
Jojo Rahman | Riffleman | 14/10/2022 |
Saepul Budi | Riffleman | 15/10/2022 |
Prabagus Good | Riffleman | 15/10/2022 |
Bibu Ramonales | Automatic Riffleman | 18/10/2022 |
Reserve Member | ||
Kai Hummels | Expeditionary | 18/10/2922 |
Miguel Garcia | Intelligence | 18/10/2022 |
Dim Dim | Scouterman | 20/10/2022 |
Kadrick Keenan | Riffleman | 22/10/2022 |
Danield Scofield | Riffleman | 23/10/2022 |
Jordan Madden | Riffleman | 23/10/2022 |
}
Quotes[]
"Radio check"
"Permission to PIT(Pursuit belum ada 5 menit)"
"204 Joining the situation"
"Stiker yang dibelakang mobil saya coba dilihat, Always PIT, TROOPERSH*T!"
Trivia[]
- SAHP Polar Bear Charger menjadi Mobil ikoniknya
- Menjadi Polisi yg ditakuti oleh para Kriminal yg sudah pernah dikejar